BUAT KAMU YANG SUKA HUTANG TAPI TIDAK PERNAH MELUNASI, KAMU WAJIB BACA INI! 2 MUSIBAH INI AKAN MENIMPAMU!

Tak hendaknya untuk seorang muslim pandang remeh perkara hutang piutang, Lantaran seandainya hal ini dijalankan jadi sama juga orang itu sudah sepelekan urusan ruh serta akhiratnya. Sahabatku, Islam yakni agama yang sempurna, Tidak cuman mengatur jalinan pada manusia dengan Rabbnya, Islam juga mengatur jalinan pada manusia dengan manusia serta makhluk yang lain. Dalam hal ini, Islam mengatur jalinan interaksi sesama manusia melalui langkah yang paling baik. Islam mengajarkan bermacam akhlaq dan mu'amalah yang baik dalam seluruhnya transaksi yang dibenarkan serta disyari’atkan, siraman Sebagai contoh yakni transaksi jual beli, sewa menyewa, gadai termasuk dalam soal ini yakni transaksi pinjam meminjam atau utang piutang. Utang piutang sebagai satu type muamalah yang dibenarkan syari’at Islam. Transaksi ini mesti dijalankan sesuai dengan syari’at Islam, tak bisa menipu, tak dapat ada unsur riba, tak dapat ada kecurangan serta kebohongan, dan yang butuh jadi perhatian yakni, hutang perlu dibayar. Diluar itu, tiap tiap transaksi utang piutang harus dicatat atau ditulis nominal dan waktu pelunasannya. Ini sebagai janji dan janji mesti ditepati. Seandainya waktu jatuh tempo benar-benar belum bisa buat membayar, jadi sampaikan pada yang memberi hutang bila kita belum bisa membayarnya pada hari atau minggu ini atau bln. ini dan minta tempo lagi, agar di beri kelonggaran saat pada hari, atau minggu, atau bln. seterusnya. Dalam beberapa hadits, Baginda Rasulullah SAW pernah memaparkan berkenaan musibah besar buat barang siapa yang berhutang tetapi tak melunasinya, diantaranya yakni sebagaimana berikut, 1. RUH SEORANG MUKMIN AKAN TERKATUNG-KATUNG (TERTAHAN) PADA HUTANGNYA HINGGA DILUNASI Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : نَف�'سُ ال�'ـمُؤ�'مِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَي�'نِهِ حَتَّىٰ يُق�'ضَى عَن�'هُ Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya hingga hutang dilunasi. (HR. Ahmad) Bahkan, Rasulullah pernah memaparkan, meskipun seorang mukmin itu mati dalam kondisi syahid, hutang akan tetap ditangguhkan Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu bila Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, يُغ�'فَرُ لِلشَّهِي�'دِ كُلُّ ذَن�'بٍ إِلَّا الدَّي�'نَ Orang yang mati syahid diampuni seluruhnya dosanya, kecuali utang (HR. Muslim) 2. SIAPA SAJA YANG MATI NAMUN BELUM MELUNASI HUTANG, MAKA SURGA HARAM BAGINYA Seperti dijelaskan oleh Rasulullah SAW, عَن�' سَمُرَةَ ب�'نِ جُن�'دُبٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى جَنَازَةٍ فَقَالَ أَهَا هُنَا مِن�' بَنِى فُلاَنٍ أَحَدٌ. قَالَهَا ثَلاَثاً فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- مَا مَنَعَكَ فِى ال�'مَرَّتَي�'نِ الأُولَيَي�'نِ أَن�' تَكُونَ أَجَب�'تَنِى أَمَا إِنِّى لَم�' أُنَوِّه�' بِكَ إِلاَّ لَخَي�'رٍ إِنَّ فُلاَناً - لِرَجُلٍ مِن�'هُم�' - مَاتَ إِنَّهُ مَأ�'سُورٌ بِدَي�'نِهِ. قَالَ قَالَ لَقَد�' رَأَي�'تُ أَه�'لَهُ وَمَن�' يَتَحَزَّنُ لَهُ قَضَو�'ا عَن�'هُ حَتَّى مَا جَاءَ أَحَدٌ يَط�'لُبُهُ بِشَى�'ءٍ Samurah bin Jundub berkata : “Kami pernah bersam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dihadapan seorang jenazah, lantas beliau bersabda : “Apakah disini ada seorang dari Bani Fulan? ”, beliau utarakan pertanyaan itu sebanyal tiga kali, lantas seseorang berdiri, jadi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda padanya : “Apa yang menahanmu pada yang ke-2 serta ketiga kalinya untuk menjawabku, saya akan tidak menyebutnya didepanmu kecuali untuk kebaikan, sesungguhnya si fulan –salah satu dari keluarga mereka- ia wafat dan ia tertahan dengan hutangnya”, ia (Samurah) berkata : “Sungguh saya telah simak keluarganya dan barang siapa yang sedih buat dia melunasi hutangnya, sampai tidak ada seorangpun yang menagih sesuatu kepadanya. ” (HR. Ahmad) Syeikh Abdul Muhsin Al Abbad berkata : أي : محبوس عن دخول الجنة. “Maksud dari “ia tertahan dengan hutangnya” yakni ia tertahan dari masuk surga. Allohumma inni a'udzubika minal hammi wal hazani, wa'audzubika minal ajzi wal kasali, wa'audzubika minal jubni wal bukhli, wa a'udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali (Ya Allah.. sebetulnya saya berlindung pada Engkau dari bingung dan sedih. Saya berlindung pada Engkau dari lemah dan malas, Saya berlindung pada Engkau dari pengecut serta kikir. Dan saya berlindung pada Engkau dari dorongan hutang dan kesewenang-wenangan manusia) Amiin Ya Rabbal 'Alamiin..
BUAT KAMU YANG SUKA HUTANG TAPI TIDAK PERNAH MELUNASI, KAMU WAJIB BACA INI! 2 MUSIBAH INI AKAN MENIMPAMU!
Reviewed by Unknown
on
18.11
Rating:
Reviewed by Unknown
on
18.11
Rating:
Tidak ada komentar